Kamu layaknya kerikil tajam berserakan
yang menggoreskan luka di kaki
saat perjalananku mencari sebuah cahaya
Seiring berjalannya waktu
luka itu sembuh dengan sendirinya
tanpa perlu diobati
Akupun telah lupa bahwa aku pernah terluka
karena apa?
dimana?
Bukankah kerikil itu sangat banyak jumlahnya dijalanan?
tak usahlah risau
karena aku terlalu terbiasa
tergores luka oleh kerikil-kerikil dijalanan itu
Jadi,
Marilah kita saling melupakan
Hiduplah tanpa perlu mengingatku
Bertemulah dengan orang-orang yang lebih baik
Cintai salah satu yang terbaik
dan jangan pernah lukai dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar